
Lagi..aku melihat sesosok gadis kecil itu sedang duduk termenung di sudut ruang..
Tatapannya begitu kosong,seperti tidak memiliki gairah untuk hidup..
Siapakah dia?? sepertinya wajahnya sudah tidak asing lagi bagiku..
akhirnya dengan ragu aku pun memberanikan diri untuk mengahampiri dan duduk disebelah gadis kecil itu..Tapi aku tidak berani untuk menatap wajahnya yang dingin itu..
"Hei.." aku pun memulai percakapan dengan gadis itu..
Dia menoleh dan seulas senyum tipis merekah diwajahnya..
"Sedang apa kau disini?" tanyaku lagi..
"Sedang merenung" jawabnya singkat.
Merenung? ingin sekali aku tertawa mendengar jawabannya. Usia gadis ini tidak sampai 10 tahun,dan apa katanya tadi?
Dia sedang merenung? Ah,tapi kuurungkan niatku tadi untuk tertawa. Aku takut dia akan tersinggung.
"Oh..apa kau sedang merasa sedih? sehingga kau duduk merenung disini dan bukannya bermain bersama teman-temanmu?" aku bertanya lagi
"Tidak"
"Apa kau sedang ingin menangis?" aku benar-benar ingin tau apa yang dia rasakan.
"Tidak juga" jawabannya benar-benar singkat.
"Hmmh,,baiklah..apakah kau merasa marah?"
Gadis kecil itu tersenyum tipis " aku marah? kenapa?"
Aku menggeleng "Baiklah itu benar,untuk apa kau marah.. Lalu apakah kau membenciku?"
Dia tertawa kali ini "Aku tidak pernah membencimu"
"Baiklah,,apakah kau sedang merasa senang?"
Dia kembali tersenyum,tapi senyumnya terasa pahit "yah aku sedang senang,aku bahagia..."
Hei,ini aneh mengapa aku merasa sedikit lega mendengar jawabannya tadi. Aku senang saat mendengar dia sedang bahagia.
Aku tersenyum dan hendak melangkah pergi meninggalkannya.
Tapi langkah ku tiba-tiba terhenti karena suara gadis kecil itu yang memanggilku.
"Kau.." katanya
"Ya..?" tanyaku sambil kembali menoleh untuk menghadapnya tapi bukan untuk menatapnya..
"Apa kau percaya dengan semua jawabanku tadi?" tanya gadis kecil itu.
Entah kenapa aku tidak bisa menjawab. Aku percaya atau tidak..
"Kau tidak bisa menjawab yah?" lanjutnya lagi "Mungkin karena kau tau aku sedang berbohong. Ya,aku memang berbohong. Saat kau bertanya apakah aku sedang merasa sedih? Aku ingin menjawab,ya aku sedih..apa kau tau betapa merananya aku karena kesedihan itu. Saat kau bertanya apakah aku ingin menangis? Aku ingin menjawab, ya aku ingin menangis,aku sedang menangis. Tidakkah kau lihat mataku yang basah karena air mata?
Saat kau bertanya apakah kau sedang marah? Aku pun ingin menjawab,ya aku marah. Aku marah pada apa yang telah kau lakukan. Dan saat kau bertanya apakah aku membencimu? Ingin sekali kujawab,aku sangat membencimu! sampai rasanya aku ingin melihatmu mengilang dari dunia ini dengan mata kepalaku sendiri!
Terakhir kau pun bertanya apakah aku bahagia? aku ingin menjawab,aku tidak bahagia.. Aku selalu merasa khawatir kapan kebahagiaan ini akan menghilang..."
Dia mengakhiri jawabannya dan kemudia menundukkan kepalanya,menatap tanah..
Sedangkan aku hanya bisa termenung. Menakutkan. Satu kata itu yang melintas dipikiranku saat aku mendengar semua perkataan gadis kecil itu. Siapa sebenarnya dia??
Saat aku sedang sibuk dengan semua pikiranku,tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundakku.
Aku menoleh,dan kudapati sesosok wajah sedang menatapku dengan senyum,tapi wajahnya sedikit menunjukkan rasa takut.
Siapa dia? aku rasa aku telah mengenalnya lama..tapi aku tidak pernah menatap wajahnya seperti ini sebelumnya.
"Maaf.." katanya "Apa kau marah aku datang terlambat? tadi jalanan macet dan aku harus mengatar mamaku terlebih dahulu. Lalu aku lupa menelpon mu"
Dia tampak sangat ketakutan...aku jadi tidak tega "Hei,jangan begitu.Tidak apa-apa aku tidak marah kok ^^"
Kali ini dia tersenyum lega mendengar jawabanku "Ah,aku sudah tau. Kau memang gadis yang baik"
Aku tersentak mendengar perkataannya. Aku baik? apakah aku baik?
Apakah jawaban yang tadi aku berikan benar-benar keluar dari dalam hatiku?
Aku terkejut saat itu juga...
Aku berbalik untuk melihat gadis kecil itu,tapi dia sudah tidak ada disana..
Dan Akhirnya akupun tau siapa gadis kecil dengan perkataan yang menakutkan tadi..
Gadis kecil itu adalah...AKU..
-----The End-----
No comments:
Post a Comment